Minggu, 21 Juni 2015

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA



Perubahan Harga
Perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi (deflation). Suatu perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Suatu Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran.

Akuntansi perubahan harga merupakan bagian dari pelaporan keuangan untuk mencapai tujuan penyajian informasi keuangan. Informasi perubahan harga akan berkurang manfaatnya atau maknanya atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali tanpa disertai dengan informasi atas dasar kos historis. Perubahan harga adalah perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa yang sama pada waktu yang berbeda. Rerangka akuntansi pokok didasarkan pada asumsi bahwa daya beli uang stabil sepanjang masa. Dalam keadaan terjadi perubahan harga, kos historis dipertahankan karena alasan keterandalan (keobjektifan pengukuran dan keterujian data). Dalam kondisi perubahan harga sangat mencolok, keberpautan informasi dengan keputusan menjadi berkurang, agar kualitas keterandalan dan keberpautan. Rerangka akuntansi pokok harus dilengkapi dengan informasi perubahan harga untuk menunjukkan pengaruhnya terhadap laba dan posisi keuangan.

Masalah Akuntansi
Perubahan harga menimbulkan masalah bagi akuntansi dalam hal penilaian unit pengukuran dan pemertahankan kapital.  Masalah penilaian berkaitan dengan dasar yang digunakan untuk mengukur nilai pos pada suatu saat. Masalah mempertahankan kapital berkaitan dengan pengertian laba sebagai selisih dua kapital yang harus ditentukan jenisnya (finansial/fisis). Sebagai data dasar, dalam kondisi perubahan harga akuntasi kos historis menghadapi tiga masalah fundamental yang berkaitan dengan:
1.      Masalah Penilaian
Akuntansi menghadapi masalah dalam hal ini karena kos tercatat untuk suatu aset tidak lagi menggambarkan nilai aset tersebut. Model akuntansi untuk menghadapi masalah ini adalah akuntansi nilai sekarang yang pengukuran nilainya bergantungan pada dasar penilaian yang dianut yaitu kos sekarang atau nilai keluaran sekarang.
2.      Masalah Unit Pengukur
Bila perubahan nilai dan daya beli terjadi bersama mempengaruhi keduanya terhadap kos historis harus ditunjukkan dalam pelaporan keuangan.
3.      Masalah Pertahanan Kapital
Bila pengaruh perubahan harga tidak diperhatikan, dalam keadaan perubahan harga menaik, perhitungan laba atas dasar kos historis cenderung tersaji bila jenis kapital diperhatikan.

Berkaitan dengan perubahan harga, pos-pos statemen keuangan dapat dikategori menjadi pos moneter dan non moneter. Pos-pos moneter berkaitan dengan masalah untung atau rugi daya beli sedangkan pos-pos non moneter berkaitan dengan untung atau rugi penahanan. Perubahan harga terdiri atas perubahan harga umum, spesifik, dan relatif. Perubahan harga umum mencerminkan perubahan nilai tukar atau daya beli uang. Perubahan harga spesifik mencerminkan perubahan karakteristik barang tertentu akibat, teknologi atau selera terhadap barang. Perubahan harga, relatif mencerminkan perubahan harga spesifik setelah pengaruh perubahan harga umum diperhitungkan. Perubahan harga tersebut mempunyai implikasi yang berbeda terhadap akuntansi kos historis.
Berkaitan dengan kapital, dimaknai sebagai kapital fisis, kos sekarang merupakan dasar penilaian kapital fisis tersebut. Perubahan dalam kos sekarang karena kegiatan penahanan aset (kegiatan perubahan harga) harus dipisahkan dari laba dan dianggap sebagai penyesuai kapital fisis sehingga tidak menjadi komponen penentu laba. Penyesuai kapital fisis ini merupakan jumlah rupiah untuk mempertahankan kapasitas produksi fisis akhir perioda agar sama dengan dengan kapasitas produksi awal perioda. Kalau pengertian kapital adalah financial, kegiatan untung atau rugi penahanan merupakan komponen penentu laba sehingga masuk dalam statemen laba-rugi pelengkap.

Sumber Informasi dan Teknik Pengukuran
1.      Pengindeksan Sumber Informasi dapat berupa:
-          Indeks harga yang dihasilkan pihak eksternal untuk kelompok barang atau jasa yang diukur.
-          Indeks harga yang dihasilkan sendiri oleh perusahaan berdasarkan catatan historis untuk kelompok barang atau jasa yang diukur.
2.      Penghargaan Langsung
Teknik ini membebankan secara langsung bahan dan tenaga kerja ke suatu aset atau kelompok aset. Informasi dari luar misalnya harga faktur sekarang, daftar harga dari penjualan barang atau jasa, dan kos produksi standar yang menggambarkan kos sekarang.
3.      Pengkosan Unit
Teknik ini digunakan untuk menaksir kos reproduksi suatu barang. Setiap komponen kos yang membentuk kos reproduksi harus dihitung dengan menggunakan data yang tersedia
4.      Penghargaan Fungsional
Teknik ini digunakan untuk menentukan kos pengganti suatu fungsi produksi atau pemrosesan dan ukannya suatu aset secara individual atau  kelompok aset yang masing-masing berdiri sendiri
5.      Informasi Kos Sekarang sebagai Pelengkap
Pertimbangan untuk menyediakan kos sekarang tidak lagi didasarkan atas kelemahan kos sekarang tetapi didasarkan pada pertimbangan kos dan manfaat.

Pertanyaan dan Jawaban
1.      Akuntansi perubahan harga merupakan bagian dari .... untuk mencapai tujuan penyajian informasi keuangan.
a.       Informasi perusahaan
b.      Rahasia Manajemen
c.       Rahasia perusahaan
d.      Pelaporan Keuangan
Jawaban: D
2.      Sebagai data dasar, dalam kondisi perubahan harga akuntasi kos historis menghadapi berapa masalah fundamental?
a.       1
b.      2
c.       3
d.      4
Jawaban: C
3.      Berkaitan dengan perubahan harga, pos-pos statemen keuangan dapat dikategori menjadi 2 pos, yaitu...
a.       Pos Keuangan dan Pos Moneter
b.      Pos Moneter dan Pos Non Moneter
c.       Pos Keuangan dan Pos Fungsional
d.      Pos Non Moneter dan Pos Fungsional
Jawaban: B

4.      Ada berapa Sumber Informasi dan Teknik Pengukuran dalam akuntansi perubahan harga?
a.       2
b.      3
c.       4
d.      5
Jawaban: D

5.      Dibawah ini merupakan Sumber Informasi dan Teknik Pengukuran dalam akuntansi perubahan harga, kecuali...
a.       Penghargaan Tidak Langsung
b.      Penghargaan Langsung
c.       Penghargaan Fungsional
d.      Pengkosan Unit
Jawaban: A

PELAPORAN KEUANGAN

Pelaporan Keuangan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor). Peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP). Laporan keuangan hanya salah satu medium dalam penyampaian informasi. Pelaporan keuangan adalah laporan keuangan yang ditambah dengan informasi-informasi lain yang berhubungan, baik langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi keuangan, seperti informasi tentang sumber daya perusahaan, earnings, current cost, informasi tentang prospek erusahaan yang merupakan baian integral dengan tujuan untuk memenuhi tingkat pengungkapan yang cukup.

Sejarah dan Penerimaan IFRS di Seluruh Dunia
Tahun 2002 Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) mengadopsi peraturan bagi perusahaan yang terdaftar di bursa saham Eropa untuk menerapkan IFRS pada laporan keuangan konsolidasinya. Tahun 2005 IFRS diterapkan ke lebih dari 8.000 perusahaan di 30 negara, termasuk negara-negara seperti Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol dan Inggris. Hal ini  menunjukkan telah digantinya standar akuntansi yang berlaku di negara-negara Eropa dengan IFRS dan sekaligus merupakan pencapaian yang besar di dalam sejarah akuntansi internasional. Tahun 2005 IFRS telah menjadi keharusan di banyak negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Juga Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Filipina dan Singapura telah mengadopsinya. Tiongkok telah mensyaratkan pelaporan keuangan dengan IFRS pada tahun 2007 untuk perusahaan public (emiten). Kanada mengganti pelaporan mereka dengan IFRS pada tahun 2011.

IFRS telah digunakan di lebih 100 negara. November 2007, Securities and Exchange Commission AS (SEC) telah menerima IFRS. Ini untuk pertama kalinya standar akuntansi non AS diijinkan untuk digunakan pada perusahaan yang terdaftar pada bursa saham di AS tanpa perlu disesuaikan kepada Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) yang dilahirkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB). Paling cepat awal 2014 dilakukan peralihan ke IFRS, setelah IFRS dinilai memuaskan.

Laporan keuangan jembatan dalam penyampaian informasi. Seharusnya dibedakan pula antara statemen dan laporan Pemakai Laporan Keuangan, Investor, Karyawan,  Pemberi Pinjaman, Pemasok dan Kreditor usaha lainnya, Pelanggan, Pemerintah, Masyarakat Tujuan Laporan Keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Tetapi, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Laporan keuangan sangat diperlukan dalam akuntansi baik itu akuntansi keuangan, biaya, maupun manajemen. Karena laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat vital dalam sebuah perusahaan baik itu yang berasal dari pihak eksternal seperti (investor, kreditur, pemerintah,pelanggan) yang bertujuan untuk membaca kondisi keuangan dari suatu perusahaan, dan juga dari pihak internal seperti (kalangan manajer) untuk demi menjaga kestabilan keuangan perusahaan tersebut maka laporan keuangan ini sangat dibutuhkan oleh segala macam bentuk perusahaan, instansi maupun manufaktur. Laporan Keuangan ialah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar perusahaan.

Pertanyaan
1.   Tujuan dasar laporan keuangan adalah menyediakan informasi untuk membuat dasar keputusan ekonomi, merupakan tujuan peloran keuangan menurut….
a. SFAC No 1
b. Trueblood Report
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban : B

2.      Kepanjangan dari GAAP adalah..
a.       Generally Accepted Accounting Principles
b.      Generally Asesment Accounting Principles
c.       General Accepted Accounting Principles
d.      Generally Accounting Accepted Principles
Jawaban : A

3.      Rumusan tujuan pelaporan keuangan tersebut, berkaitan dengan aspek-aspek sebagai berikut, kecuali….
a.  Informasi yang berguna untuk keputusan kredit dan investasi
b.  Informasi tentang alokasi sumber daya ekonomi, klaim dan perubahannya
c.  Informasi yang berguna untuk menilai prospek laba rugi
d. Informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas
Jawaban : C

4.      Pada tahun berapa Securities and Exchange Commission AS (SEC) menerima IFRS?
a.       2004
b.      2005
c.       2006
d.      2007
Jawaban : D

5.      Pada tahun berapakah IFRS mulai diterapkan di berbagai perusahan di berbagai negara?
a.       2007
b.      2006
c.       2005
d.      2004
Jawaban : C